Format Penulisan Daftar Urut Kepangkatan

Di dalam kepegawaian, dikenal istilah DUK atau Daftar Urut Kepangkatan. DUK adalah suatu daftar yang dibuat khusus untuk para Pegawai Negeri Sipil yang di dalamnya memuat nama -nama pegawai sipil dan satuan organisasi Negara yang disusun berdasarkan tingkat kepangkatannya. 

Penulisan Daftar Urut Kepangkatan tidak bisa dibuat dengan asal. Sebab, ada ketentuan tata cara atau format khusus yang mengatur tentang bagaimana cara menulis daftar urut kepangkatan yang sesuai.

Berikut ini adalah format penulisan daftar urut kepangkatan yang perlu diperhatikan :


1. Penulisan Nomor Urut
Nomor urut diisi angka (value), tanpa tanda titik, yakni berupa angka 1 sampai sekian sesuai jumlah PNS pada instansi bersangkutan.

2. Penulisan Nama
a) Diisi nama lengkap disertai gelar yang dimiliki;
b) Setelah inisial gelar di depan nama, diberi tanda titik (.) dan 1 spasi. Contoh : Drs. Mardiman.
c) Antara gelar satu dengan yang lainnya, diberi jarak 1 spasi. Contoh : Drs. Ir. Prof. H. Mardiman
d) Inisial gelar di belakang nama, setelah huruf di akhir nama, diberikan tanda koma (,) dan juga 1 spasi, kemudian inisial gelar. Contoh : Drs. Ir. Prof. H. Mardiman, M.Si.
e) Singkatan nama di depan atau di belakang nama utama, diberi tanda titik dan 1 spasi (tanpa tanda koma). Contoh : Mardiman W
f) Nama singkatan dengan 2 atau lebih huruf besar atau gabungan huruf besar dan kecil, maka cukup diberi 1 tanda titik saja setelah huruf terakhir. Contoh : Mardiman W P.
g) Nama dengan singkatan yang diikuti inisial gelar, setelah tanda titik diberi tanda koma, 1 spasi, lalu ditulis inisial gelar. Contoh : Mardiman W P., M.Pd.

3. Penulisan NIP
Diisi dengan NIP yang terdiri dari 9 digit angka.
Ditulis tanpa tanda titik (.)
Ditulis tanpa Spasi

4. Penulisan Golongan / Ruang pangkat terakhir
Itulis Tanpa Spasi dan Tanpa Tanda Titik (.)
Ditulis Sesuai dengan SK Kenpa yang terakhir

5. Penulisan TMT Kenpa
Terhitung Mulai Tanggal (TMT), Kenaikan Pangkat terakhir
Ditulis sesuai dengan SK Kenpa terakhir
Format input data : dd-mm-yyyy

6. Penulisan Nama Jabatan
Ditulis sesuai NOMENKLATUR atau Struktur Organisasi instansi bersangkutan.
Apabila terlalu panjang, maka nama jabatan disingkat dengan bentuk baku atau yang umum/ sering digunakan, Contohnya : Ka. Dinas; Ka. Badan; Wk. Ka; Karo; Kasubdin; Kabag; Kabid; Kasubbid; Set. ; Sek. ; Dir. ; WK. Dir. ; Kasubbag; Kasubbid; Kasi; Ka. UPTD; 

Apabila ada Nama Jabatan Struktural Eselon IV (di bawah Eselon III) dalam satu instansi yang sama, maka Nama Jabatan harus dilengkapi dengan Jabatan Struktural Eselon III nya. Misalnya: Kasubbid

Istilah Staf untuk PNS yang tidak memiliki Jabatan Struktural, tidak perlu digunakan. Seperti: Juru Ketik; Caraka; Sopir/Pengemudi

Gunakan istilah Pelaksana atau Peng-administrasi untuk PNS yang tidak memiliki Jabatan Struktural. Contoh: Pelaksana Administrasi Kepegawaian; Pengadministrasi Data Kenaikan Pangkat; Pelaksana Administrasi Keuangan; Pelaksana Pengawasan Lapangan.

Setelah Nama Jabatan Pelaksana ... atau Pengadministrasi ..., maka sebaiknya dilengkapi dengan nama Jabatan Struktural tempat PNS tersebut bertugas. Seperti misalnya: Pelaksana Administrasi Kepegawaian Subbag Umum; Pengadministrasi Data Kenaikan Pangkat Subbag Kenaikan Pangkat; Pelaksana Administrasi Keuangan Subbag Keuangan; Pelaksana Pengawasan Lapangan Seksi Jalan dan Jembatan.

7. Penulisan Eselon
Ditulis tanpa Spasi, antara Tanda Titik Tengah
Ditulis tanpa titik, setelah karakter terakhir

8. Penulisan TMT Eselon
Terhitung Mulai Tanggal (TMT) Pelantikan pada Eselon yang bersangkutan.
Ditulis sesuai dengan Surat Pernyataan Pelantikan Eselon yang bersangkutan.
Input data : dd/mm/yy, 
Contoh: 1/3/02 atau 01/03/02

9. Penulisan Tahun Masa Kerja
Angka tahun Masa Kerja Golongan, yang terdiri dari 1- 2, digit: 0 - 40
Masa Kerja pada kolom ini, yang dihitung adalah MASA KERJA GOLONGAN dalam satuan Tahun, dan berdasarkan SK Pangkat/ Berkala atau SK lain terakhir, yang di dalamnya mencantumkan Masa Kerja Golongan.

10. Penulisan Bulan Masa Kerja
Angka bulan Masa Kerja Golongan, terdiri dari 1 - 2, digit: 0 – 11
Ditulis sesuai dengan SK Pangkat/ Berkala atau SK lainn yang terakhir yang mencantumkan Masa Kerja Golongan.

11. Penulisan Nama Diklat Jabatan, seperti :
Spati - Spama
Pim. I - Pim.II
Spamen - Spala
Sespa - Adumla
Sespanas - Sepada
Pim. II - Adum
Sepadya - Pim.IV.
Sepadyanas

12. Penulisan Tahun Diklat
Angka tahun Latihan Jabatan terdiri dari 4 digit: yakni, 1995/ 2002/ 2005

13. Penulisan Jumlah Jam Diklat
Diisi jumlah jam Diklat yang bersangkutan. Contoh : 400/ 750/ 1000

14. Penulisan Nama Pendidikan
Nama pendidikan disingkat dan disesuaikan dengan bentuk baku atau yang umum digunakan, seperti: 
Fekon/ Fisipol/ Poltek/ Faperta/ Fahutan/ Ak. Farmasi/ F. Kedokteran/ F. Teknik Unmul/ F. Hukum/ ABA/ UI/ Akper/ SMA/ Unair/ SMU/ STM/ ITB/ SPMA/ SMP/ Untag/ SKKA/ SKKP/ ITS/ STN/ PGAN/ IPB/ SD/ FKIP/ UGM/ SR/ IKIP/ Unhas. 
Penulisan Nama Pendidikan disesuaikan dengan urutan berikut : 
- Fakultas, Jurusan, Universitas, Kota
- Akademi, Jurusan, Kota
- Sekolah, Jurusan, Kota
Contoh : 
- ABA, Sastra Inggris, Yogyakarta
- Akper, Kebidanan, Pontianak
- Fekon, Akuntantasi, Unmul, Banjarmasin
- Fisipol, A.N., Unmul, Pekanbaru
- FKIT, Teknik Listrik, IKIP, Surabaya
- Kedokteran, Umum, Airlangga Surabaya
- Poltek, Tata Niaga, Malang
- SMAN 1, IPA, Surakarta
- SMPN 2, Bandung
- SRN 13, Denpasar
- STIE, Manajemen Perusahaan, Makassar

15. Penulisan Lulus Tahun
Angka tahun lulus Pendidkan ditulis terdiri dari 4 digit, seperti : 1995/ 2002/ 2005

16. Penulisan Tingkat Ijazah
Tingkat ijazah ditulis tanpa spasi di antara tanda titik tengah, dan tanpa tanda titik setelah karakter terakhir, Contoh:
S.3 SM SLTA
S.2 D.III SLTP
S.1 D.II SD
D.IV D.I

17. Penulisan Tanggal Lahir
Diisi dengan tanggal lahir yang bersangkutan, sesuai yang tercantum di dalam SK CPNS- nya.
Input data: dd/mm/yy, 
contohnya : 1/3/02 atau 01/03/02

18. Penulisan Catatan Mutasi
Diisi sesuai dengan mutasi terakhir dari atau ke instansi lain.

19. Penulisan Keterangan
Diisi sesuai keterangan yang penting atau perlu saja, seperti :
- TB : Tugas belajar
- CTN : Cuti di luar tanggungan Negara
- MD : Meninggal dunia
- PT : Purna Tugas (Pensiun)
- Keterangan lainnya yang perlu.
Penentuan Nomor Urut Daftar Urut Kepangkatan
1. Berdasar Pangkat
PNS yang berpangkat lebih tinggi dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam DUK, Apabila ada dua atau lebih PNS yang memiliki pangkat yang sama maka dari mereka yang lebih tua dalam pangkat tersebut dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi.

2. Berdasar Jabatan
Apabila ada dua orang atau lebih, PNS berpangkat sama dan diangkat dalam pangkat itu dalam waktu yang sama, maka dari mereka yang memangku jabatan lebih tinggi yang dicantumkan I dalam nomor urut yang lebih tinggi dan dilihat lebih dahulu diangkat dalam jabatan yang sama tingkatannya.

3. Berdasar Masa Kerja
Apabila ada dua atau lebih, PNS berpangkat sama dan diangkat dalam pangkat itu dalam waktu yang sama dan memangku jabatan yang sama, maka dari mereka yang mempunyai masa kerja sebagai PNS yang lebih banyak dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi

4. Berdasar Latihan Jabatan
Apabila dua atau lebih, PNS berpangkat sama dan diangkat dalam pangkat itu dalam waktu yang sama pula serta memangku jabatan yang sama dan memiliki masa kerja yang sama, maka dari mereka yang pernah mengikuti latihan jabatan yang ditentukan, dicantumkan di dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam DUK.

5. Berdasar Pendidikan
Apabila dua atau lebih PNS berpangkat sama dan diangkat dalam pangkat itu dalam waktu yang sama dan memangku jabatan yang sama dan memiliki masa kerja yang sama, dan pernah mengikuti latihan jabatan yang ditentukan, maka dari mereka yang lulus dari pendidikan lebih tinggi yang dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam DUK

6. Berdasar Usia 
Apabila ada dua atau lebih PNS memiliki pangkat yang sama dan memangku jabatan sama, mempunyai masa kerja sama, lulus dari latihan jabatan yang sama pula, serta lulus dari pendidikan yang setingkat, maka pegawai dengan usia lebih tinggi yang dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi.
Baca selengkapnya

Mengenal Mesin Stensil dan Cara Pengoperasian Mesin Stensil

Salah satu mesin yang penting dalam peralatan kantor adalah mesin stensil. Mesin stensil termasuk jenis mesin pengganda dokumen. Lantas, sudah tahukah kamu apa itu mesin stensil ini? 

Mesin stensil adalah mesin penghasil dokumen dalam bentuk lembaran dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan pembantu “kertas master”, atau yang biasa disebut dengan stensil sheet atau sit stensil.

Mesin stensil ini juga bisa menghasilkan salinan akhir dalam dua warna atau lebih. Namun, bila ingin menghasilkan salinan akhir dalam dua warna atau lebih, maka stensil yang terpisah harus dibuat dan harus dilakukan penduplikasikan secara terpisah untuk setiap warnanya.


Mesin stensil yang biasa digunakan ada dua jenis, yakni mesin stensil manual dan mesin stensil listrik. Mesin stensil listrik bisa digunakan secara elektrik dan manual. 

Selain itu, ada juga mesin stensil dengan model menggunakan bantalan dasar yang merupakan jenis duplikator stensil paling murah dan memadai bila ingin menghasilkan salinan dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. Dengan duplikator stensil, maka dapat dihasilkan salinan hingga 4.000 lembar. 

Namun, duplikator stensil ini seringkali dibatasi untuk memproduksi salinan pada kertas isap yang agak tebal saja. Biasanya, model kertas ini cocok digunakan untuk jenis laporan, daftar harga, dan spesifikasi. Akan tetapi, model kertas ini kurang cocok bila digunakan untuk katalog dan formulir.

Cara pengoperasian mesin stensil

Untuk bisa menggunakan mesin stensil, tentu kita perlu tahu bagaimana cara pengoperasian mesin stensil ini. Cara pengoperasian mesin stensil pada dasarnya cukup mudah. Berikut ini adalah beberapa cara atau langkah yang perlu diperhatikan :

1. Sebelum mengetik pada sit stensil, sebaiknya bersihkan dulu huruf pada tuts. Gunakan sikat kawat halus untuk membersihkannya. Huruf pada tuts ini sering kotor karena endapan beas karbon atau tip-eks, sehingga perlu dibersihkan agar hasilnya lebih baik.
2. Pastikan sit stensil telah benar -benar rata pada roll mesin tik, sehingga bisa menghasilkan bekas ketikan yang baik di sit stensil.
3. Lakukan pengetikan pada sit stensil dengan perlahan dan hati -hati. Jangan tergesa -gesa karena bila terjadi kesalahan pengetikan, maka dapat menghasilkan cetakan yang kurang baik, meskipun kesalahan pengetikan tersebut telah dikoreksi.
4. Tekan tuts dengan hentakan normal saja. Tidak perlu menghentak tuts dengan ekstra kuat karena hentakan normal akan menghasilkan cetakan yang lebih baik.
5. Sebelum melaspaskannya dari mesin, baca dulu hasil ketikan dengan seksama dan pastikan tidak ada kesalahan.
6. Selain menyiapkan master secara manual, master juga bisa disiapkan dengan proses pengopian pemindahan panas atau dengan menggunakan pemotong stensil elektronik. Ini karena stensil terdiri dari suatu lapisan bahan dengan pelapis yang kedap tinta. Jadi, stensil bisa digores dengan mesin tik (tanpa tinta) atau dengan tulisan tangan, atau digambari dengan menggunakan pena khusus pun juga bisa.
7. Langkah berikutnya, tekan tinta menembus goresan pada stensil ke kertas yang telah melekat rapat. Mesin diputar, lalu dioperasikan. Pengoperasiannya bisa menggunakan tangan atau pun listrik sesuai dengan jenis mesin stensil yang digunakan.

Cara merawat mesin stensil

Agar mesin stensil selalu dalam kondisi prima, kita perlu merawatnya dengan baik. Perawatan mesin stensil bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini :
1. Selalu bersihkan mesin stensil dari kotoran, seperti debu, serbuk kertas dan lainnya.
2. Letakkan mesin stensil pada tempat yang kering dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung.
3. Bersihkan rol peralatan tinta atau cairan atau impression roller dengan sabun. Bagian mesin stensil jangan bersihkan dengan menggunakan bensin atau minyak tanah.
4. Bersihkan bagian kain penyaring atau silk screen dengan menggunakan bensin.
5. Setelah selesai dibersihkan, berikan minyak pelumas pada bagian yang berputar.
Baca selengkapnya

Pengertian Kelangkaan

Kata kelangkaan tidak harus selalu berarti bahwa barang atau jasa mutlak dalam jumlah yang sedikit. Kelangkaan dapat diartikan sebagai berikut.
1.      Barang atau jasa yang tersedia tidak dapat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dari seluruh anggota masyarakat
2.      Untuk memperoleh barang atau jasa tersebut diperlukan suatu pengorbanan.

Kelangkaan atau scarity dalam ilmu ekonomi merupakan suatu pengertian yang relatif. Kelangkaan merupakan situasi atau suatu keadaan di mana jumlah sumber daya yang ada dirasakan kurang atau tidak cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia. Keterbatasan dalam sumber daya, menyebabkan manusia perlu mencari cara yang terbaik untuk mengelola sumber daya tersebut.


Pengelolaan sumber daya perlu dilakukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia yang tidak terbatas. Mencari suatu cara yang terbaik dalam mengelola semua sumber daya yang dimiliki berarti manusia harus memilih yang terbaik dari berbagai alternatif yang ada. Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa barang dan jasa merupakan alat untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa, diperlukan sumber daya. Sumber daya tersebut yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal atau capital. Masing – masing sumber daya tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
1.      Sumber daya alam
Sumber daya alam yang disediakan secara Cuma – Cuma oleh alam, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Jumlah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia yang sangt banyak, yaitu
a.       Tanah dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, keperluan tersebut antara lain untuk lahan pertanian, tempat mengembala ternak, dan berkebun; tanah juga diperlukan sebagai tempat untuk mendirikan pabrik, toko, restoran, dan tempat tinggal; tanah juga diperlukan untuk membangun sarana transportasi, antara lain jalan dan jembatan; dan tanah juga dapat dibuat menjadi suatu taman hiburan yang indah.
b.      Barang tambang atau mineral yaitu kekayaan alam yang terdapat di bumi.
c.       Air, seperti air laut, air sungai, dan air danau, diperlukan untuk makhluk hidup dan air juga dapat digunakan untuk pembangkit tenaga listrik dan tempat rekreasi.
d.      Hutan dan segala isinya yang berperan besar untuk kelestarian hidup manusia.
e.       Udara dan sinar matahari yang memiliki arti penting bagi manusia.
2.      Sumber daya manusia
3.      Sumber daya modal
Sumber daya modal diperlukan untuk menghasilkan berbagai macam barang dan jasa secara cepat dan efisien.

Terbatasnya dari sumber daya yang dimiliki merupakan sumber masalah munculnya kelangkaan yang dihadapi oleh manusia. Sumber daya yang tersedia dan yang bisa digunakan untuk penggunaan secara alternatif membuat manusia dihadapkan pada berbagai jenis pilihan. Untuk menentukan suatu pilihan, manusia dapat menggunakan alternatif, sebagai berikut.
1.      Biaya alternatif atau opportunity cost
Biaya alternatif atau opportunity cost yaitu hilangnya manfaat yang akan diperoleh dari dikorbankannya penggunaan sumber daya untuk alternatif yang terbaik.
2.      Opportunity cost dalam kegiatan ekonomi
Kegiatan produksi dapat berlangsung jika tersedia faktor produksi. Namun, produsen menghadapi sutu keterbatasan jumlah faktor produksi yang dimiliki. Meskipun mengalami keterbatasan, faktor produksi tetap dapat digunakan secara alternatif.
Dengan kondisi yang demikian, produsen harus membuat pilihan dalam penggunaannya. Pada saat produsen telah memilih suatu alternatis, dengan sendirinya laternatif lainnya tidak mungkin dipilih. Dipilihnya suatu alternatif tertentu dengan sendirinya, menimbulkan opportunity cost berupa manfaat yang hilang, yang disebabkan oleh alternatif lain batal untuk dipilih.
Baca selengkapnya

Transaksi Keuangan

Transaksi terbagi menjadi dua yaitu transaksi keuangan dan transaksi non keuangan . transaksi merupakan suatu kegiatan yang mempengaruhi atau merupakan suatu kepentingan dari perusahaan serta diproses oleh sistem informasi sebagai bagian dari unit kerja. Lalu apakah yang dimaksud dengan transaksi keuangan dan transaksi non keuangan.


Transaksi keuangan atau financial transaction merupakan suatu kegiatan ekonomi yang mempengaruhi aktiva dan ekuitas suatu perusahaan, dan yang dicerminkan dalam berbagai akun, serta diukur dalam berbagai ukuran keuangan. Contoh dari transaksi keuangan yaitu pembelian persediaan dari seorang pemasok, penjualan produk ke pelanggan, dan penerimaan kas. Jenis transaksi ini diikat secara hukum untuk setiap perusahaan yang terlibat dalam transaksi keuangan.

Transaksi non – keuangan atau nonfinancial transaction, merupakan semua kegiatan yang diproses oleh perusahaan melalui sistem informasi, tetapu yang tidak memenuhi definisi khusus dari transaksi keuangan. Contoh dari transaksi non – keuangan yaitu menambahkan pemasok baru bahan baku ke daftar para pemasok sebelumnya yang valid adalah kegiatan yang dapat diproses oleh sistem informasi perusahaan sebagai sebuah transaksi. Hasil dari pemrosesan traksaksi non – keuangan dapat berupa keputusan untuk membuat pesanan dengan pemasok yang baru tersebut.

Meskipun transaksi non – keuangan penting, sama halnya dengan informasi yang ada di dalamnyam namun transaksi ini bukan jenis transaksi keuangan. Dalam transaksi non – keuangan perusahaan tidak memiliki kewajiban hukum untuk memprosesnya dengan benar atau untuk memprosesnya sama sekali. Transaksi keuangan dan transaksi non – keuangan sangat erat kaitannya dan sering kali diproses oleh sistem fisik yang sama.

Sistem informasi atau information system yang dimaksud di atas dalam pembahasan transaksi keuangan dan transaksi non – keuangan yaitu serangkaian prosedur formal di mana data tersebut dikumpulkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan ke para pengguna. Dalam transaksi non – keuangan tidak ada hukum yang mensyaratkan agar perusahaan membuat suatu keputusan yang optimal untuk membeli atau menjual.

Akan tetapi, setelah perintah dibuat, pemrosesan transaksi tersebut harus mematuhi berbagai petunjuk hukum dan profesi. Dengan cara yang sama, perubahan nama dan alamat pelanggan harus diproses untuk memperbarui file pelanggan. Walaupun bukan merupakan transaksi keuangan, informasi ini penting untuk memproses transaksi keuangan pada penjualan di masa mendatang ke pelanggan.

Master data transaksi keuangan merupakan suatu data transaksi yang terkait dengan transaksi distribusi dan penjualan, di mana transaksi tersebut dapat melibatkan kasir dan penagihan. Dalam data transaksi keuangan, juga mencakup kas, cek atau giro, bank, piutang, dan pembayaran pelanggan.

Jurnal Transaksi
Penjurnalan merupakan prosedur dalam pencatatan transaksi keuangan pada buku jurnal. Jurnal dirancang sedemikian rupa sehingga menampung transaksi beserta keterangan – keterangan dan kondisi – kondisi yang menyertainya. Keberadaan jurnal dalam proses akuntansi tidak menggantikan peran rekening dalam mencatat transaksi.

Keberadaan jurnal justru merupakan sumber pencatatan ke rekening. Jurnal disebut juga sebagai the books of original entry atau catatan akuntansi permanen yang pertama. Jurnal menjadikan pencatatam ke rekening menjadi lebih mudah, sebab jurnal memilah – milah transaksi dengan pendebitan dan pengkreditan yang sesuai dengan rekening yang bersangkutan.

Jurnal dibedakan menjadi dua, yaitu jurnal umum dan jurnal khusus, yang dapat  dijelaskan sebagai berikut.
1.      Jurnal umum merupakan jurnal yang sering digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi.

2.      Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat hanya satu jenis transaksi.
Baca selengkapnya
Perekonomian Terbuka

Perekonomian Terbuka

Perekonomian terbuka mulai diberlakukan di semua negara. Perekonomian terbuka menggambarkan suatu kondisi di mana antarnegara dapat melakukan suatu hubungan, baik secara ekonomi melalui perdagangan internasional maupun politik. Suatu negara yang menganut pandangan perekonomian terbuka, jika terjadi interaksi dengan sektor luar negeri yang ditandai dengan adanya mekanisme ekpor dan impor.

Perekonomian terbuka yang menganut sistem devisa bebas, tingkat bunga yang diterapkan oleh suatu negara akan dapat memberikan pengaruh pada masuk atau keluarnya devisa yang dimiliki oleh negara tersebut. Hal tersebut disebabkan dalam sistem devisa bebas, orang cenderung bebas menperjualbelikan mata uang yang dimilikinya untuk berbagai keperluan, sehingga selisih bunga bank dapat mempengaruhi keputusan pembelian mata uang asing.

Perdagangan internasional menjadikan ekspor dan impor dalam suatu negara memiliki peranan penting dalam menentukan perekonomian makro.

Ekspor menunjukkan penjualan barang – barang yang berasal dari dalam negeri untuk dijual ke luar negeri. Sedangkan impor merupakan pembelian barang – barang luar negeri untuk digunakan di dalam negeri. Ekspor dan impor yang dilakukan oleh suatu negara tidak hanya berlaku untuk barang saja, melainkan juga aspek lain.

Aspek lain tersebut yaitu meliputi jasa, antara lain pengiriman TKI, TKW ke luar negeri atau suatu negara melakukan impor para tenaga ahli dan teknologi dari negara lain. pada tahun 2003 posisi negara Indonesia diantara negara – negara di dunia dalam melakukan perdagangan internasional khususnya berkaitan dengan barang, ebrada pada urutan 26 dengan jumlah total nilai ekspor sebanyak 62, 63 milyar dolar. Sedangkan negara tetangga, yaitu Singapura dan Malaysia berada pada urutan 14 dan 17.

Terlibatnya Indonesia dalam perdagangan internasional menunjukkan bahwa Indonesia telah menjalankan perekonomian terbuka. Indonesia melakukan kegiatan perdagangan dengan negara manapun yang ada di dunia. Namun ada juga yang melakukan hubungan dagang dengan pihak ketika, ketika Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara tertentu.

Negara – negara yang terkena dampak embargo dari pihak PBB akan menganut sistem perekonomian tertutup. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak semua negara menganut sistem perekonomian terbuka. Meskipun demikian negara – negara yang memiliki sistem ekonomi tertutup, sekalipun melakukan hubungan dagang dengan negara luar, akan melakukan hubungan dagang tersebut secara sembunyi – sembunyi.

Pada hakikatnya semua negara – negara yang ada di dunia pernah melakukan hubungan dagang dengan negara lain, baik dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung. Konsekuensi yang diambil ketika menganut sistem perekonomian terbuka yaitu ditemukannya aliran uang antar penduduk di sebuah negara dengan negara – negara lain yang ada di dunia. Aliran uang ini dirangkum dalam sebuah catatan khusus yang diberi nama sebagai neraca pembayaran. Neraca pembayaran merupakan suatu catatatan yang sistematis yang berisi hubungan ekonomi atau traksaksi antar penduduk suatu negara dengan negara lainnya yang dinilai dalam suatu mata uang pada kurun waktu tertentu, pada umumnya satu tahun.

Pada abad ke – 16 dan ke – 17, ahli ekonomi yang tergolong dalam mazhab Merkantilis menyampaikan pendapat bahwa perdagangan luar negeri merupakan sumber kekayaan bagi suatu negara. Mazhab tersebut berpendapat bahwa apabila suatu negara ingin mencapai kemakmuran hingga tingkat yang lebih tinggi, maka negara tersebut harus mengadakan perdagangan internasional. Perdagangan internasional merupakan suatu perdagangan yang dilakukan antarnegara yang memiliki kesatuan hukum dan kedaulatan yang berbeda dengan suatu kesepakatan dan memenuhi aturan – aturan yang telah ditentukan serta dapat diterima secara internasional.

Faktor – faktor yang dapat menyebabkan perdagangan internasional, yaitu sebagai berikut.
1.      Perbedaan dalam faktor produksi
2.      Motif keuntungan yang diperoleh dalam perdagangan
3.      Perbedaan dalam tingkat kelangkaan
4.      Perbedaan komparatif dari harga barang
5.      Perbedaan dalam kemampuan untuk produksi
Baca selengkapnya
10 Jenis Sistem Upah dalam Ilmu Ekonomi

10 Jenis Sistem Upah dalam Ilmu Ekonomi

Upah atau gaji dapat merangsang karyawan untuk menggerakkan segenap pikiran, tenaga, dan perhatiannya untuk keberhasilan suatu perusahaan. Ada beberapa sistem dalam pemberian upah atau gaji karyawan, yaitu sebagai berikut.

1.      Sistem upah menurut waktu
Besarnya sistem upah ini ditentukan berdasarkan waktu kerja karyawan, yaitu upah yang diberikan per jam, upah yang diberikan per hari, upah yang diberikan per minggu, dan upah yang diberikan per bulan. Dalam sistem upah menurut waktu, pembayaran upah dapat dilakukan dengan mudah, selain itu, perhitungan upah ini juga tidak menyulitkan. Namun sayangnya, sistem upah menurut waktu ini, jika dilaksanakan secara murni, maka tidak akan ada perbedaan antara karyawan yang rajin dengan karyawan yang tidak rajin, sehingga karyawan tidak memiliki dorongan untuk bekerja lebih baik lagi.

2.      Sistem upah menurut kesatuan hasil
Sistem upah menurut kesatuan hasil ini pada umumnya digunakan pada perusahaan industri. Jumlah upah yang akan diterima oleh karyawan bergantung pada jumlah produksi atau hasil yang dicapai oleh masing – masing karyawan. Oleh karena itu, karyawan yang semakin rajin untuk mencapai upah yang lebih tinggi.
Namun, apabila tidak dilakukan kontrol mutu yang ketat, maka akan menghasilkan mutu barang yang rendah. Guna mengatasi kondisi tersebut, maka langkah yang dapa dilakukan yaitu pengendalian mutu secara cermat dan ditetapkan batasan dalam upah minimal, tanpa memperhatikan hasil kerjanya. Selain jumlah hasil, perlu pula memasukkan persyaratab mutu untuk menetapkan besarnya upah.

3.      Sistem upah borongan
Sistem upah borongan muncul disebabkan karena perusahaan tidak perlu menanggung resiko yang berkaitan dengan karyawan. Perusahaan juga tidak perlu menyeleksi dan mencari pekerja yang dibutuhkan. Untuk mengatasi hal tersebut, pada umumnya upah sistem borongan lebih mahal dibandingkan upah harian.
Besarnya upah yang diterima dalam sistem borongan ini ditentukan oleh jumlah barang yang dihasilkan oleh seorang karyawan atau sekelompok karyawan. Guna menjaga mutu hasil pekerjaan, ketentuan dari barang yang dihasilkan perlu ditentukan terlebih dahulu dan disepakati bersama, termausk kondisi dan persyaratan kerja, perlengkapan yang digunakan, dan cara bekerja.

4.      Sistem upah premi
Sistem upah premi yaitu disediakan upah tambahan atau premi bagi karyawan yang mampu bekerja lebih baik.

5.      Sistem upah indeks
Sistem upah indeks merupakan upah yang dibayarkan berdasarkan indeks biaya hidup. Hal tersebut berarti naik turunnya indeks biaya hidup akan turut dalam menentukan besarnya upah yang diterima oleh pekerja.

6.      Sistem upah skala
Sistem upah skala merupakan upah yang dibayar berdasarkan skala penjualan. Hal tersebut berarti terdapat hubungan yang berbanding lurus antara jumlah penjualan dengan upah yang dibayarkan. Jika jumlah penjualan meningkat, maka upah yang dibayarkan akan meningkat pula, dan apabila penjualan turun, maka upah yang dibayarkan juga akan menurun.

7.      Sistem bonus
Sistem bonus merupakan suatu usaha untuk memperbaiki kelemahan dalam cara pembayaran upah. Bonus merupakan pembayaran tambahan di luar upah atau gaji yang bertujuan untuk merangsang atau memberi insentif agar karyawan dapat menjalankan tugas dengan lebih baik dan bertanggung jawab.

8.      Sistem mitra usaha
Pembayaran upah dalam sistem mitra usaha ini sebagian diberikan dalam bentuk saham perusahaan. Saham tersebut tidak diberikan pada pekerja secara perorangan, melainkan pada organisasi pekerja di perusahaan tersebut.

9.      Sistem upah menurut banyaknya produksi atau produktivitas
Merupakan sistem upah yang diberikan sesuai dengan peningkatan atau penurunan jumlah produksi barang atau jasa.

10.  Sistem upah menurut prestasi

Merupakan upah yang diberikan sesuai dengan prestasi atau jumlah barang yang dapat dihasilkan oleh masing – masing pekerja.
Baca selengkapnya
Jenis Jenis Pengangguran menurut Ilmu Ekonomi

Jenis Jenis Pengangguran menurut Ilmu Ekonomi

Jenis – jenis pengangguran menurut sebab terjadinya dibedakan menjadi, sebagai berikut.
1.      Pengangguran konjunktal. Artinya pengangguran yang disebabkan oleh adanya gelombang konjunktur, yaitu disebabkan karena adanya kelesuan atau kemunduran kegiatan dalam ekonomi nasional. Hal tersebut dapat terjadi ketika masyrakat mengalami kelesuan dan barang menjadi tidak laku, kemudian produksi barang akan dikurangi atau setidaknya tidak akan dilakukan penambahan barang, hingga akhirnya faktor produksi menjadi dikurangi, yang berarti ini dapat terjadi pengangguran.
2.      Pengangguran struktural. Pengangguran ini terjadi disebabkan oleh adanya masalah dalam segi penawaran, artinya jika masyarakat masih mengalami kekurangan dalam perusahaan industri, kekurangan prasarana, kekurangan modal, kurang keahlian, dan kekurangan – kekurangan lain yang menimbulkan pengurangan pada produksi karena tidak dapat ditingkatkan dan banyak faktor produksi yang tidak akan terpakai. Pengangguran ini dapat terjadi karena penggantian tenaga manusia dengan teknologi.
3.      Pengangguran musiman. Pengangguran ini dapat terjadi secara berkala yang disebabkan karena pengaruh musim. Hal ini dapat terjadi pada sektor pertanian, di mana pekerjaan paling padat terjadi ketika musim tanam dan musim panen. Pengangguran yang terjadi di pedesaan sering disebut juga sebagai pengangguran tersembunyi atau tidak kentara atau disguised unemployment, sebab terlihat ada saja hal – hal yang dikerjakan, namun jika mereka tidak ikut bekerja, maka produksi juga tidak akan berkurang.
4.      Pengangguran friksional atau transisional atau peralihan. Pengangguran ini dapat terjadi karena perpindahan tenaga kerja dari sektor atau pekerjaan yang satu ke sektor atau pekerjaan yang lain. Dalam suatu negara, pengangguran jenis ini dinilai normal jika tidak melebih 3 – 5 %.
5.      Pengangguran siklis. Pengangguran ini dapat terjadi jika permintaan lebih rendah dibandingkan dengan output potensial dari perekonomian. Di mana kemampuan ekonomi suatu bangsa menjadi lebih rendah dibandingkan dengan kemampuan yang harus dicapai. Pengangguran siklis dapat diukur dari jumlah orang yang bekerja dikurangi dengan jumlah orang yang seharusnya mempunyai suatu pekerjaan pada tingkat pendapatan nasional

Berdasarkan lamanya waktu kerja, pengangguran dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu pengangguran terbuka, pengangguran setengah menganggur, dan pengangguran terselubung.Akibat dari pengangguran, yaitu sebagai berikut.
1.      Orang yang tidak bekerja tentu saja tidak memiliki penghasilan, sehingga tidak dapat membelanjakan uangnya untuk membeli kebutuhan hidup.
2.      Menimbukkan efek psikologis yang buruk bagi penganggur dan keluarganya.
3.      Menimbulkan kekacauan sosial dan politik, mungkin juga menimbulkan kriminal.
4.      Terhambatnya pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi merosot.

Cara – cara mengatasi pengangguran, yaitu sebagai berikut.
1.      Pengangguran struktural. Cara untuk mengatasi pengangguran struktural dilakukan dengan peningkatan mobilitas tenaga kerja dan modal. Peningkatan mobilitas tenaga kerja dapat dilakukan dengan cara memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih kembali keterampilannya agar dapat memenuhi tuntutan dari kualifikasi di tempat baru. Sedangkan peningkatan modal dapat dilakukan dengan cara memindahkan industri atau padat karya ke wilayah yang masih mengalami pengangguran.
2.      Pengangguran siklus. Cara untuk mengatasi pengangguran siklus yaitu melalui manajemen yang mengarahkan pada permintaan – permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang telah melimpah.
3.      Pengangguran musiman. Cara untuk mengatasi pengangguran ini adalah perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat – tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja.

4.      Pengangguran teknologi. Cara untuk mengatasi pengangguran ini dengan cara pemerintah mendirikan pusat atau balai latihan kerja, sebagai tenaga ahli yang dapat mengoperasikan atau menggunakan teknologi canggih. Atau dengan cara menggalakkan pembangunan sektor informal sebagai home industry.
Baca selengkapnya