Indeks Dalam Menata Dokumen: Pengertian, Kegunaan, Syarat dan Contoh

Secara Keseluruhan, indeks memiliki tiga jenis pengertian. Antara lain sebagai berikut :
a. Secara Umum, indeks adalah alat bantu untuk menentukan suatu tempat.
b. Dari segi perpustakaan, indeks merupakan katalogisasi tentang judul buku, deskripsi buku, judul masalah, nomor klasifikasi serta penyusunan dalam penempatan buku sesuai dengan klasifikasinya.
c. Segi Kearsipan, indeks adalah petunjuk atau tanda pengenal untuk mempermudah dalam menentukan tempat penyimpanan arsip. Dengan demikian ketika kita memerlukan suatu arsip maka untuk mempermudah penemuannya, digunakannya indeks.


Kegunanaan Indeks

Indeks sangat berguna dalam hal penyimpanan arsip dunia administrasi. Keguanaan indeks antara lain sebagai berikut :
1. Untuk mengelompokan ataun menyatukan beberapa arsip atau dokumen yang mempunyai kode dan kegiatan yang sama, untuk kemudian disatukan kembali ke dalam satu berkas yang sama.
2. Indeks sebagai media penemuan kembali arsip atau dokumen.

Syarat Mengindeks

Untuk mempermudah dalam melakukan pengindeksan suatu arsip, maka perlu diperhatikannya berbagai syarat dibawah ini, sebagai berikut :
a. Indeks harus singkat, jelas, dan mudah dipahami.
b. Menggunakan kata yang mudah dimengerti orang.
c. Mempunyai orientasi kepada kebutuhan pengguna.
d. Diambil dan ditentukan dari isi surat tersebut.

Mengindeks merupakan penentuan urutan berbagai unit atau bagian dari kata tangkap ( caption ) yang akan disusun berdasarkan abjad. Kata tangkap bisa berupa nama orang, nama badan usha, judul masalah, nama tempat, atau angka yang tergantung dari sistem penyimpanan yang digunakan dalam suatu instansi.

Kata tangkap merupakan tanda penganal ( ID ) dari suatu dokumen yang disimpan, sehingga kata tangkap digunakan berasarkan sistem penyimpanan yang digunakan oleh instansi.

a. Jika suatu instansi menggunakan  penyimpanan sistem abjad ( alphabetical filing system ), yang menjadi kata tangkap adalah nama orang atau nama badan usaha / lembaga / perusahaan / organisasi. Oleh sebab itu,yang harus diindeks adalah nama orang atau nama perusahaan.

b. Jika perusahaan tersebut menggunaan penyimpanan sistem subjek ( subjectical filing system ), yang menjadi kata tangkap adalah judul masalah atau subjek dari surat yang disimpan

c. Jika suatu instansi menggunakan penyimpanan sistem tanggal ( chronological filing system ), maka yang menjadi kata tangkap adalah tanggal surat dari suatu arsi atau dokumen yang disimpan.

d. Jika suatu instansi menggunakan penyimapanan sistem wilayah ( geographical filing system ), maka yang menjadi kata tangkap adalah nama tempat / daerah / wilayah dari surat yang disimpan.

e. Jika suatu instansi menggunakan penyimpanan sistem nomor ( numerical filing system ), maka yang menjadikan kata tangkap adalah nomor urut yang terdapat dalam buku arsip atau daftar klasifikasi yang tersedia.


Contoh mengindeks nama orang dan nama perusahaan.

Selain istilah yang kita kenal mengindeks atau kata tangkap, terdapat istilah lain dalam penataan dokumen yakni unit. Unit merupakan bagian terkecil dari kata tanggkap yang memiliki pengertian secara individual. Masing-masing dari unit dalam kata tangkap yang ditentukan oleh peraturan megindeks. Hal tersebut sangat penting dalam penyusunan urutan abjad yang berdasarkan kepada unit demi unit serta huruf demi huruf.

Nama orang terdiri dari 2 macam, yakni nama tunggal dan nama ganda ( lengkap ). Nama tungal merupakan nama yang terdiri dari satu unit. Misalnya : Arifin, Syarifuddin, dan Ramadhani. Sedangkan nama ganda ( lengkap ) adalah nama yang terdiri dari 2 unit atau lebih. Misalnya : Dimas Nugroho, Adinda Nur Aisyah, dan Muhammad Galih Prasetyo.

Penjelasan dari nama Muhammad Galih Prasetyo.
1. Muhammad adalah nama depan ( first name ).
2. Galih adalah nama tengah ( middle name ).
3. Prasetyo adalah nama akhir ( last name ).

Nama akhir bisa berupa :
1. Nama marga ( contoh : Nasution )
2. Nama keluarga ( contoh : Yudhoyono )
3. Nama ayah ( contoh : Ismail dalam nama Ratna Ismail )
4. Nama sendiri ( contoh : Aisyah dalam nama Siti Aisyah )

Nama    Indeks    Kode Abjad    Urutan Abjad
    Unit 1    Unit 2    Unit 3       
Adinda Nur Aisyah    Aisyah    Adinda    Nur    Ai    1
Prof. Dr. Agus Hermawan     Hermawan    Agus    Prof., Dr.    He    2
Aryo Wibisono    Wibisono    Aryo        Wi    3

Dasa Sila Bandung: Pengertian, Pemrakarsa, dan Isi

Dasa Sila Bandung merupakan hasil dari pertemuan bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Pertemuan tersebut dikenal sebagai Konferensi Asia Afrika. Pengertian konferensi adalah salah satu contoh dari peran politik luar negeri indonesia yang bersifat bebas aktif dalam percaturan internasional.

Dasa Sila Bandung merupakan hasil dari suatu Konferensi Asia – Afrika yang dilaksanakan di Bandung, tanggal 18 sampai 24 April 1955. Pada saat itu terdapat 29 delegasi yang menghairi perwakilan bangsa-bangsa yang berasal dari Benua Asia dan Benua Afrika.

Dalam pertemuan tersebut banyak hal yang dibicarakan, bahkan perwakilan tersebut menamakan pertemuan tersebut dengan nama Konferensi Asia Afrika ( KAA ). Dalam catatan bersejarah, penggagas Konferensi Asia Afrika terdiri dari beberapa perdana menteri dari lima negara.

Masing-masing dari kelima perdana menteri tersebut antaralain sebagai berikut:
1.    Indonesia    : Mr. Ali Sastroamidjojo
2.    India     : Pandit Jawaharlal Nehru
3.    Pakistan    : Mohammad Ali
4.    Sri Lanka    : Sir John Kotelawala
5.    Burma ( Myanmar )    : U Nu

Sebenarnya, terdapat dua pertemuan persiapan sebelum melaksanakan Konferensi Asia Afrka yang akan diselenggarakan. Pertemuan pertama diadakan di Kolombo ( Sri Lanka ) pada tanggal 28 April – 2 Mei 1954.

Pertemuan kedua di laksanakan di Bogor pada tanggal 28 – 29 Desember 1954. Konferensi Asia Afrika menghasilkan beberapa prinsip hubungan internasional dalam rangka memelihara dan memajukan perdamaian dunia, berbagai prinsip tersebut selanjutnya dikenal sebagai “ Dasa Sila Bandung “.

Isi dari Dasa Sila Bandung antara lain sebagai berikut :

  1. Menghormati berbagai hak dasar dari manusia dengan tujuan serta berbagai asas yang termuat dalam piagam PBB.
  2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial ( keutuhan wilayah ) seluruh bangsa.
  3. Mengakui adanya persamaan seluruh ras dan persamaan seluruh bangsa yang besar ( adi kuasa ) maupun bangsa yang kecil.
  4. Tidak melakukan intervensi atau ikut campur tangan dalam berbagai persoalan dalam negara lain.
  5. Menghormati hak setiap warga negara dan bangsa untuk memeprtahankan diri sendiri secara sendirian atau secara bersama ( kolektif ) yang sesuai dengan piagam PBB.
  6. Tidak menggunakan berbagai peraturan dari peraturan yang bersifat kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu beberapa negara besar.
  7. Tidak melakukan tekanan terhadapa negara lain.
  8. Tidak melakukan berbgai tindakan atau ancaman yang bersifat agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap intergritas nasional atau kemerdekaan politik suatu negara.
  9. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan yang damai seperti melakukan perundingan, persetujuan, arbitras ( pemutusan pertikaian oleh seorang pihak wasit yang telah dipilih oleh berbagai pihak yang bertikai atau bersengketa ) atau dengan menyelesaikan masalah secara hukum atau cara damai lainnya menurut berbagai pihak yang telah bersangkutan, yang berdasarkan ketentuan dari piagan PBB.
  10. Memajukan kepentingan bersama ( umum ) dan bekerja sama.
  11. Menghormati hukum dan berbagai kewajiban internasional.

Pengertian Administrasi Perkantoran

Kata Administrasi merupakan kata yang berasal dari bahasa Latin, yakni Ad dan Ministrare. Ad memiliki arti intensif dan Ministrare memiiki arti melayani, membantu, dan memenuhi. Dalam bahasa Inggris, kata administrasi sering disebut dengan “ administration “ yang artinya tata usaha.

Di sisi lain kata administrasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBI ) administrasi merupakan usaha dan kegiatan yang meliputi penetapan tujuan serta penetapan berbagai cara penyelenggaraan pembinaan organisasi, usaha dan kegiatan yang berhubungan dengan penyelenggaraan kebijakan dalam mencapai tujuan, suatu kegiatan yang berhubungan dengan penyelenggaraan pemerintah, kegiatan kantor dan tata usaha.


Dalam arti yang sempit, kata administrasi adalah suatu kegiatan penyusunan dan pencatatan data dan informasi yang dilakukan secara sistematis dengan tujuan menyediakan keterangan untukpihak yang membutuhkan serta mempermudan untuk mendapatkan kembali informasi secara menyeluruh dalam hubungan satu sama lain, atau dengan kata lain sering disebut dengan tata usaha.

Berdasarkan keterangan di atas bisa disimpulkan bahwa pengertian administrasi seara umum ialah administrasi merupakan segenap proses penyelenggaraan kegiatan tata usaha  yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam proses kerja sama utuk memperoleh tujuan tertentu.

Berbagai Unsur Administrasi

Berdasarkan pengamatan The Liang Gie dalam bukunya yang berjudul Administrasi Perkantoran Modern, administrasi merupakan suatu keutuhan proses penyelenggaraan yang mengandung 8 unsur administrasi, antara lain pengorganisasian, manajemen, tata hubungan, kepegawaian, keuangan, perbekalan, tata usaha dan perwakilan. 

Delapan unsur tersebut saling berkesinambungan antara satu dengan yang lain yang tidak bisa dipisahkan dalam menunjang seluruh proses kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Berikut ini pejelasan mengenai 8 unsur administrasi :

1. Pengorganisasian

Pengorganisasian merupakan rangakian perbuatan dalam menyusun suatu kerangka organisasi yang menjadi wadah atau tempat untuk setiap kegiatan dalam usaha kerja sama dalam menacapai tujuan yangtelah ditetapkan.

2. Manajemen

Manajemen adalah rangkaian perbuatan untuk menggerakan seluruh karyawan dan mengerahkan segenap fasilitas kerja yang tersedia agar tujuan kerja sama yang telah ditentukan bisa tercapai.

3. Tata Hubungan

Tata hubungan merupakan beberapa rangkaian perbuatan yang utuh untuk menyampaikan warta atau berita dari satu pihak kepada pihak yang lain dalam urusan kerja sama.

4. Kepegawaian

Kepegawaian adalah rangkaian perbuatan mengatur dan mengurus tenaga kerja yang dibutuhkan dalam usaha kerja sama.

5. Keuangan

Keuangan adalah rangkaian perbuatan mengelola berbagai segi pembelanjaan dalam usaha kerja sama.


6. Perbekalan

Perbekalan merupakan rangakian perbuatan mengadakan, mengatur pemakaian, mendaftar, memelihara hingga menyingkirkan segenap perlengkapan yang sudah tidak dibutuhkan dalam usaha kerja sama.

7. Tata Usaha

Tata Usaha merupakan rangkaian perbuatan untuk menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim, serta menyimpan berbagai keterangan yang dibutuhkan dalam kegiatan kerja sama.

8. Perwakilan

Perwakilan adalah rangkaian perbuatan menciptakan hubungan baik serta berusaha untuk mendapatkan dukungan  dari masyarakat sekitar terhadap usaha kerja sama yang dilakukan.

Fungsi Administrasi

Menurut Quible ( 2001 ), terdapat lima jenis fungsi pendukung administrasi dalam perkantoran antara lain :

1. Fungsi Rutin

Fungsi rutin yaitu fungsi administrasi yang memerlukan pemikiran minimal mencakup pengarsipan dan penggandaan.

2. Fungsi Teknis
Fungsi Teknis adalah fungsi adminsitrasi yang memerlukan pendapat, keputusan, dan keterampilan perkantoran yang memadai.

3. Fungsi Analisis

Fungsi Analisis yaitu fungsi administrasi yang memerlukan pemikiran yang krisis dan kreatif disertai kemampuan mengambil keputusan, seperti membuat keputusan pembelian barang.

4. Fungsi Interpersonal
Fungsi Interpersonal yaitu fungsi administrasi yang memerlukan penilaian dan analisis sebagai dasar pengambilan keputusan serta keterampilan yang berhubungan dengan orang lain.

5. Fungsi Manajerial

Fungsi Manajerial adalah fungsi administrasi yang memerlukan perencanaan, pengorganisasian, pengukuran dan pemotivasian.

Faktor Pendorong Lahirnya Nasionalisme Indonesia

Faktor Intern

Berbagai Faktor Intern yang telah menyebabkan lahirnya dan berkembangnya nasionalisme bangsa Indonesia antara lain sebagai berikut :

a. Kejayaan bangsa Indonesia sebelum kedatangan bangsa barat

Sebelum kedatangan oleh bangsa barat, di berbagai wilayah Sriwijaya, Mataram, dan Majapahit. Kejayaan pada masa lampau itulah yang menjadi sumber inspirasi untuk melepaskan diri dari peristiwa penjajahan.

b. Peneritaan rakyat akibat politik Drainage ( Pengerukan Kekayaan )

Peristiwa pengerukan kekayaan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial antara lain dengan cara melakukan penarikan pajak yang cukup tinggi kepada seluruh rakyat indonesia. Politik Drainage ini meraih puncaknya ketika adanya penerapan sistem tanam paksa ( culture stelsel ) yang dilanjutkan dengan adanya sistem ekonomi liberal.

c. Terjadinya diskriminasi rasial

Perlakuan diskriminasi merupakan hal yang sangat menonjol yang dilakukan oleh pemerintahan kolonial Belanda dalam kehidupannya secara sosial pada awal abad ke – 20. Dalam bidang pemerintahan, tiadak seluruhnya jabatan tersedia untuk rakyat pribumi.

Walaupun dengan pendidikan dan keahlian  yang sama, masyarakat pribumi dianjurkan untuk menduduki jabatan yang sangat rendah dari pada jabatan yang dipegang oleh orang Belanda. Pada jabatan yang sama, gaji yang diperoleh oleh masyarakat pribumi lebih rendah daripada gaji yang diperoleh oleh orang Belanda.

d. Munculnya golongan terpelajar

Pada awal abad ke – 20 pendidikan di kalangan kaum pribumi mendapatkan perhatian yang lebih baik dari pemerinatahn kolonial. Hal tersebut sejalan dengan diberlakukannya politik etis.

Akan tetapi, hanya sebagaian kecil dari jumlah anak-anak di Indonesia yang memiliki kesempatan untuk mendapatkan penidikan di berbagai sekolah modern. Melalui penguasaan bahasa asing yang telah diajarkan di sekolah modren tersebut.

Pelajar dari kaum pribumi bisa memperlajari berbagai gagasan dan berbagai paham baru yang sedang berkembang di Barat, seperti ide mengenai hak asasi manusia ( human right ), liberalisme, nasionalisme dan demokrasi.

Faktor Ekstern

Lahir dan berkembangnya semangat nasionalisme bangsa Indonesia juga disebabkan oleh berbagai faktor dari luar, antara lain sebagai berikut :

a. Terjadinya Kemenangan Jepang terhadap Rusia ( Tahun 1904 – 1905 )

Kemenangan Jepang alam melakukan perang antara Jepang dan Rusia pada awal tahun 1904 hingga 1905 telang berhasil mengguncangkan dunia. Bangsa kulit putih yang selama beradad- abad dianggap sebagai superior ternyata bisa dikalahkan oleh bangsa dengan kulit berwarna.

Kemenangan bangsa Jepang tersebut bisa menggugah kesadaran berbagai bangsa Asia dan Afrika untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan yang dilakukan oleh bangsa kulit putih.


b. Kebangkitan nasionalisme berbagai bangsa Asia dan Afrika

Kebangkitan berbagai bangsa di Asia dan Afrika berhasil memberikan dorongan yang cukup kuat untuk bangsa Indonesia agar mampu bangkit dan melawan penjajahan yang dilakukan oleh kolonial Belanda.

Beberapa bangsa yang telah lebih dahulu berhasil berjuang melakukan perlawanan dan dominasi bangsa barat sehingga bisa mendorong lahirnya nasionalisme indonesia, antaralain sebagai berikut :

1. Nasionalisme Turki dengan tokoh Mustofa Kemal Pasha yang telah berhasil membangkitkan negerinya menjadi bangsa yang modern.
2. Peristiwa pemberontakan Boxer di China ( 1899 ) yang melakukan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan bangsa barat.
3. Pemberontakan rakyat Filipina terhadap penjajah spanyol
4. Revolusi Tiongkok ( 1911 ) dan melakukan pembentukan partai Kuomintang oleh Sun Yat Sen yang telah berhasil menjadikan China sebagai negara yang merdeka pada tahun 1912.
5. Adanya kebangkitan nasionalisme di India dan munculnya tokoh karismatik, Mahatma Gandhi.

c. Masuknya Berbagai Paham Baru

Berbagai Paham baru yang muncul seperti Liberalisme, demokrasi, dan nasionalisme muncul setelah terjadinya revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. Hubungan antara Asia dan Eropa menyebabkan berbagai paham menyebar dari Eropa ke Asia, termasuk ke Indonesia.

Pembukaan terusan suez menjadikan hubungan Asia dan Afrika semakin intensif. Berbagai paham baru tersebut membangkitkan semangat nasionalisme berbagai bangsa Asia, termasuk Indonesia.

Revolusi Prancis

Latar Belakang dan Peristiwa Revolusi Prancis

Sebuah revolusi besar yang telah mengubah tatanan pemerintahan dan kemasyarakatan justru terjadi di negara Prancis. Pada saat itu keadaan masyarakat Prancis sedang mengalami kekacauan yang sangat parah. Golongan masyarakat yang menjadi penggerak aldalah warga kota ( borjuis ) yang memiliki keinginan untuk menggantika peranan kaum bangsawan dan gereja dalam suatu pemerintahan maupun perekonomian.

Revolusi Prancis disebabkan oleh banyak hal yang cakupannya sangat luas, sebagai berikut :

a. Perkembangan Paham Rasionalisme dan Aufklarung
Abad ke – 18 adalah abad lahirnya dari berbagai macam paham yang mucul di dalam masyarakat Eropa. Berbagai Paham tersebut muncul setelah adanya gerakan renaissance dan humanise yang menentang kekeuasaan kaum Gereja di Eropa. Baik paham resionalisme maupun paham Aufklarung ( pencerahan ) yang merupakan paham yang beranggapan bahwa pikiran adalah sumber segala kebenaran, sehingga segala sesuatu yang tidak masuk akal dianggap tidak benar.

Berbagai tokoh rasioanlisme dan Aufklarung diantaranya adlaah Denis Diderot dan J. D’ Alembert yang menciptakan bukuk Enclycopaedia, kemudian Montesquieu yang mengajarkan mengenai Trias Politika, dan Volatire yang banyak menulis menganai kebebasan dan kemerdekaan.

b. Munculnya paham Romantisme
Paham Romantisme yang muncul dan berkembang pada sekitar tahun 1750 –an adalah reaksi dari adanya paham resionalisme. Paham Romantisme adalah paham yang menjunjung tinggi perasaaan dan menghargai naluri manusia. Paham Romantisme sangat berperan pentinga bagi memecahnya Revolusi Prancis ketika kaum rasionalisme tidak berani untuk meneruskan perjuangan karena menurut perhitungan rasioanal tidak mungkin bisa terselesaikan. Tekad yang iresional dari seluruh rakyat Prancis inilah yang bisa menyelamatkan revolusi ancaman dari tentara asing yang mengepung Prancis dalam perang Koalis. Sentimen juga merupakan faktor terpenting bagi pecahnya revolusi Prancis.

Berbagai tokoh paham romantisme yang banyak memberikan pengaruh dalam revolusi prancis adalah Jean Jacques Rousseau melalui karyanya yang terkenal du Contract Social yang berarti Perjanjian masyarakat, buku tersebut banyak mengulas mengenai hak asasi manusia.

c. Pengaruh perang kemerdekaan Amerika ( Revolusi Amerika )
Dalam Perang kemerdekaan Amerika, Prancis membantu Amerika degan mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Lafayette. Setelah hal tersebut perang selesai maka pasukan Prancis kembali ke negara asal. Selama di Amerika, mereka telah mengenal berbagai paham baru mengenai kebebasan dan demokrasi serta Decaration of Independence yang di dalamnya berisi mengenai penghargaan terhadap hak asasi manusia.

d. Ketidakadilan dalam sistem Feodalisme
Sistem Feodalisme di negara Prancis membagi masyarakat menjadi tiga golongan, yakni sebagai berikut ini :
1. Golongan I ( Kaum Bangsawan )
2. Golongan II ( Kaum Agama )
3. Golongan III ( Rakyat Jelata )
Kuam bangsawan dan kaum agama yang tinggi mempunyai hak istimewa, sedangkan untuk kaum agama rendah dan kaum rakyat jelata tidak mempunyai hak istimewa sama sekali. Dengan mempunyai hak istimewa, selain bebas pajak kaum bangsawan juga bisa menarik pajak dari rakyat.

e. Pemerintahan yang sangat buruk
Memiliki kekuasaan tunggal raja pada masa pemerintahannya seketika berubah menjadi tirani yang memberikan kelonggaran raja untuk bertindak sewenang-wenang. Kepentingan raja sangat diutamakan dan sedangkan kepentingan rakyat disampingkan.

f. Terdapat kekosongan kekuasaan ( Vacum of Power )
Saat masa peerintahan Louis XIV dan Louis XV, seluruh rakyat takut terhadap rajanya walaupun mereka membencinya. Disisi lain saat masa pemerintahan Louis XVI, walaupun selalu bersikap diktator namun dia tidak mempunyai wibawa, sehingga rakyat tidak takut kepadanya. Hal tersebut memberikan kesempatan baik untuk timbulnya pemberontakan dan revolusi.

Sejak Raja Louis XVI, para raja Prancis suka berfoya-foya dengan para wanita cantik ( madame defisit ) sehingga membuat kas negara menjadi kosong. Pada tahun 1789, ketika masa pemerintahan Louis XVI, beban negara sudah sanagt berat untuk ditanggung dan telah berada di ambang kebangkrutan.  Penghasilan negara hanya 500 juta, sedangkan pengeluaran negara mencapai 625 juta. Seuruh utang negara yang harus dibayar pada masa tersebut adalah sebesar 300 juta.

Dampak Revolusi Prancis bagi Dunia

Revolusi Prancis memiliki dampak yang luas di dunia, antara lain sebagai berikut:

a. Penghapusan Feodalisme
Dengan dihapuskannya feodalisme menyebabkan tidak ada lagi penggolongan masyarakat dengan hak dan kewajiban yang berbada.

b. Berkembangnya Ide Supremasi Hukum
Undang Undang Dasar adalah kekuasaan yang tertinggi. Pada masa pemerintahan raja Louis XVI dan pemerintahan sebelumnya, hukum yang berlaku di Prancis tidak diberkalukan kembali sama pada setiap orang dan setiap daerah.

c. Munculya Ide Pemerintahan Republik
Pemerintahan kerajaan dianggap kurang tepat karena pergantian kekuasaan dilakukan secara turun temurun tidak menjamin kualitas seorang kepala negara. Maka dari itu, perlu dibentuk pemerintahan republik dengan kepala negara yang dipilih oleh rakyat.

Revolusi Industri

Revolusi Industri adalah perubahan besar dalam proses produksi dengan menggunakan mesin yang sebelumnya dikerjakan dengan tangan ( tenaga manusia ). Berbagai maca percobaan dan penemuan baru selama sekitar 50 tahun di Inggris.

Akibatnya, fungsi tenaga manusia untuk menggerakan berbagai alat produksi diganti degan mesin yang digerakan dengan tenaga uap air ( mesin uap ). Munculnya berbagai mesin penggerak telah menimbulkan perubahan dalam kualitas dan kuantitas produk, tata kerja industri dan pemasaran. Peruabahan tersebut sangatberpengaruh besarterhadap kehidupan ekonomi, sosialn dan politik.

Revolusi Industri membawa dampak dalam berbagai kehidupan masyarakat, antara lain :


A. Bidang Ekonomi

1. Harga barang murah
Keberadaan mesin menyebabkan produksi berbagaibarang menajdi berlipat ganda dengan biaya produksi yang lebih murah. Hal tersebut berdampak kepada harga barang industri menjadi lebih murah.

2. Upah Buruh Murah
Melimpahnya tenaga buruh di berbagai kota sehingga menyebaban para majikan dengan mudah untuk menentukan upah buruh dengan harga rendah.

3. Munculnya pertentangan antara kaum Buruh ( Proletar ) dan Kaum Majikan ( Borjuis )
Kaum buruh yang memperolah upah yang sangat rendah  bergabung dengan serikat buruh agar bisa menuntut kenaikan gaji.

Pemogokan merupakan senjata utama para buruh sehingga sering terjadi pertentanga antara buuh dan majikan. Oleh sebab itu, munculnya gagasan agar suatu negara saja yang memegang perusahan penting suapaya kepentingan buruh lebih terjamin. Hal tersbut yang mendorong muculnya paham sosialisme.

4. Pelayaran dan Perdagangan Dunia Semakin Maju
Kemajuan teknologi di kapal laut degan menggunakan mesin modern menyebabkan semakin majunya lalu lintas pelayaran.

5. Kapitalisme muda Digantikan Kapitalisme Modern
Kapitalisme merupakan suatu paham ekonomi yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dan modal ( kapital ) sebanyak mungkin.


Perkembangan kapitalisme bisa dibagi menjadi tiga masa, yakni sebagai berikut:
a. Kapitalisme Kuno
b. Kapitalisme Muda
c. Kapitalisme Modern


Baca juga: Revolusi Perancis

B. Bidang Politik

1. Berkembangnya Imperialisme Modern
Sebelum terjadi revolusi industri, imperialisme ( penjajah ) di motivasi oleh semangat kristenisasi, mengejar kekayaan, dan kejayaan.

Hal tersebut disebut dengan imperialisme kuno. Tapi, setelah terjadi revolusi industri imperialisme didorong oleh kepentingan ekonomi.

2. Berkembangnya paham liberalisme
Pada mulanya liberalisme berkembang di inggris ketika berlangsungnya revolusi Agraria dan Revolusi Industri.

Paham tersebut kemudia berkembang di Eropa daratan. Berbagai partai liberal banyak mempengaruhi berbagai negara Eropa dalam menentukan kebijakan politik serta ekonoi.


C. Bidang Sosial

1. Munculnya urabanisasi secara besar-besaran. Penduduk di berbagai daerah pertanian pindah ke berbagai kota insudtri untuk menjadi buruh pabrik.

2. Berbagai kota industri menjadi penuh dan sesak oleh kaum buruh.

3. Kaum buruh menjadi obyek pemerasan kaum majikan. Kaum buruh hars berkerja 12 jam atau lebih sehari dengan upah yang sangat rendah.

4. Melonjaknya kejahatan
Untuk melupakan kesengsaraan, kaum buruh mencari hiburan dengan melakukan pesta minum-minuman keras sehingga menambah kesengsaraan mereka. Kehidupan yang miskin dan kebiasaan tidak sehat mendorong terjadinya beraneka ragam kejahatan.

Dampaknya, penjara di Inggris penuh dengan para kriminal. Apra tawanan penjara kemudian dibuang ke Amerika dan Kanada. Setelah Amerika memerdekakan diri dari Inggris, para tawanan itu dibuang ke Australia.

Pengaruh Sejarah Dunia Terhadap Masyarakat di Indonesia Abad 18 – 20

Berbagai peritiwa revolusi pada abad 18 – 20 telah membawa dampak terhadapa seluruh paham kebangsaan Indonesia. Semangat nasionalisme mulai tumbuh di bangsa Indonesia.

Berbagai paham baru tersebut tidak terlepas dari berbagai revolusi yang terjadi di belahan dunia, seperti Revolusi Amerika, Revolusi Prancis dan Revolusi Rusia. Selain hal tersebut adanya revolusi industri yng terjadi di negara Inggris juga mendorong terjadinya perubahan kebijakan pengelolaan tanah jajahan oleh pemerintahan Belanda.

Revolusi Amerika

Pada awalnya Benua Amerika didiami oleh bangsa kulit merah yang dikenal sebagai bangsa India. Bangsa tersebut kemudian dikalahkan oleh bangsa kulit putih dari Eropa sehingga Benua Amerika sekarang menjadi Benua bangsa kulit puth.

Pada tahun 1492, Colombus telah sampai di Kepulauan Bahama. Cuba dan Santo Domingo. Seluruh pulau tersebut telah dikuasai dan masuk ke wilayah kekuasaan spanyol.

Setelah kedatangan Colombus, banyak berbagai orang Spanyol dan Portugis yang datang ke Benua Amerika. Hal ini berdampak kepada Amerika Selatan menjadi jajahan negara Spanyol dan Brasilia menjadi jajahan negara Portugis.

Sejak abad ke – 17 telah terjadi perebutan kekuasaan antara negara Prancis, Inggris, dan Belanda di Amerika Utara. Pada awal tahun 1674 Inggris berhasil menguasai Nieuw Amsterdam yang kemudia berubah namanya menjadi New York.

Setelah perang Tujuh tahun lamanya ( 1756 – 1763 ) antara negara Inggris dan Prancis, negaraInggris berhasil menduduki kanada dan Louisiana. Dampak dari perang tersebut adalah negara Prancis meninggalkan Amerika dan sedangkan negara Inggirs berkuasa penuh sebagai penjajah di Amerika.

Pada tahun 1774 terpecahlah perang antara rakyat Amerika dan Inggris. Berbagai faktor yang menyebabkan  perang tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pendiri Koloni Amerika merupakan pelarian Agama dari Inggris

Raja Inggris terlalu memaksakan seluruh rakyatnya untuk menganut agama Kristen Anglikan serta melarang untuk menganut berbagai agama selain agama tersebut. Seluruh rakyat Inggirs yang tidah tahan dengan paksaan tersebut akhirnya melarikan diri ke Amerika.

2. Paham kebebasan dalam Perdagangan

Pemerintahan Inggris yang merasa paling berkuasa atas koloni Amerika memerintahkan untuk seluruh hasil bumi dari Amerika yang berupa tembakau, kapas, dan gula dijual kepada Inggris.

Selain hal tersebut, seluruh penduduk di daerah koloni diwajibkan untuk membeli berbagai barang hasil dari industri Inggris. Akan tetapi, seluruh rakyat Amerika yang telah menganut paham kebebasan langsung menolak dan menghendaki kebebasan dalam melakukan perdagangan.

3. Inggris memerlukan dana yang besar seusai perang selama tujuh tahun dengan Prancis

Dalam rangka menutup kerugian akibat dari perang selama tujuh tahun ( 1756 – 1763 ) di Eropa, negara Inggris menerapkan pajak yang sangat berat.

Ketentuan tersebut mengenai pajak dituangkan di dalam Revenue Act dan Billeting Act Amerika yang dipimpin oleh Samuel Adams. Mereka memiliki semboyan “ no taxation without representation. “  yang artinya “ tidak adana pajak tanpa adanya perwakilan. “

4. Peristiwa The Boston Tea Party, Desember 1773

Inggris mendatangkan teh ke Amerika, untuk pajak yang ditanggung diserahkan kepada rakyat, jadi rakyatlah yang harus membayar pajak tersebut.

Ketentuan tersebut sangat bertentangan dengan adanya semangat kebebasan dalam melakukan perdagangan. Seluruh rakyat Amerika yang menyamar sebagai suku Indian Mohawk lalu melemparkan teh dari tiga buah kapal Inggris di pelabuhan Boston.

Inggris marah dan kemudian mengeluarkan Undang Undang yang baru yang dianggap sebagai “ Undang Undang paksa “ ( coercive act ) oleh rekyat Amerika. Dampaknya, Penduduk Boston diserang.

Namun, penduduk dari berbagai daerah lainnya membela. Kejadian tersebut yang mendorong pecahnya Perang Kemerdekaan Amerika padatahun 1774.

Dampak Revolusi Amerika bagi negara Indonesia

Peristiwa penjajahan selama ratusan tahun telah membuat Hak asasi bangsa Indonesia terendahkan. Hal tersebut yang melahirkan berbagai macam perlawanan terhadapa para penjajah, baik secara fisik dan bersenjata maupun perlawanan dengan membentuk organisasi modern.

Munculnya golongan terpelajardan semakin luasnya hubungan antar bangsa, khususnyatelah dibukanya Terusan Suez yang telah membuka kesadaran akan perlunya hak asasi manusia.

Para kaum terpelajar berpendapat bahwa untuk bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia tidak mungkin diperoleh dari tangan penjajah, melainkan harus dengan perjuangan dari kekuatan sendiri.

Dan Asumsi tersebut diyakini oleh berbagai organisasi pergerakan nasional sepeti Boedi Oetomo, Serikat Islam, Indische Partij, Perhimpunan Indonesia dan PNI.